Saturday, July 20, 2024
HomeKesehatan6 Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2024, Lengkap Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

6 Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2024, Lengkap Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Penting bagi umat Muslim untuk mengetahui Niat Puasa Ramadhan yang harus dibaca sebelum memulai ibadah puasa yang akan dimulai pada Selasa, 12 Maret 2024, pagi. Bacaan niat puasa ini memiliki keutamaan dan tata cara yang harus diikuti oleh setiap muslim. Tahukah kamu terdapat 6 macam bacaan niat puasa yang harus diketahui oleh umat Muslim?

Bacaan niat puasa yang pertama dan tentunya sudah tidak asing di telinga umat Muslim seluruh dunia adalah “Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.” Artinya,”Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.

Selain itu, berikut lafal Niat Puasa Ramadhan lainnya yang harus kamu pahami seperti dikutip dari situs NU Online pada Senin, 11 Maret 2024.

Doa niat puasa Ramadhan nomor dua ini dikutip dari Kita Hasyiyatul Jamal dan Kita Irsyadul Anam.
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.”
Artinya : Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.
Dijelaskan bahwa kata Ramadhani dianggap sebagai Mudhaf Ilaihi yang juga menjadi Mudhaf sehingga diakhiri dengan kasrah yang menjadi tanda Khafadh atau tanda jarr-nya.
Sementara kata Sanati diakhiri dengan kasrah sebagai tanda Khafadh atau tanda jarr atas Musyar Ilaihi kata hadzihi yang menjadi Mudhaf Ilaihi dari Ramadhani.

Doa Puasa Ramadhan Lainnya
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā
Artinya : Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala
Terdengar sama seperti yang pertama tapi memiliki perbedaan di kata Ramadhana yang dianggap sebagai Mudhaf Ilaihi. Sehingga diakhiri dengan Fathah yang menjadi tanda Khafadh atau tanda jarr-nya.
Sedangkan kata Sanata diakhiri dengan fathah sebagai tanda nashab atas kezharafan-nya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya : Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.

Source link

RELATED ARTICLES

Berita populer