Thursday, July 18, 2024
HomeBeritaMenguatnya Norma Hukum dan Perasaan Keamanan

Menguatnya Norma Hukum dan Perasaan Keamanan

Ditulis Oleh:
Dr. Andry Wibowo SIK.,MH., Msi
Keamanan dalam kehidupan masyarakat dan negara adalah hal yang sangat penting. Terutama ketika populasi masyarakat bertambah dan persoalan yang mengganggu rasa dan kondisi aman semakin meningkat.

Tuhan telah memberikan norma agama kepada manusia untuk memastikan keamanan kehidupan dapat terwujud. Melalui ajaran tentang larangan dan yang dibolehkan, serta bagaimana manusia harus bersikap dengan menggunakan akalnya. “Keamanan sebagai konsep paling mendasar sangat tergantung pada tegaknya norma kehidupan dalam masyarakat.”

Dalam konsep keamanan, rasa dan kondisi aman dimulai dari yang dirasakan oleh individu. Keamanan untuk semua orang (keamanan individu), keamanan untuk kelompok, keamanan bagi masyarakat, keamanan sebagai bagian dari bangsa, dan keamanan sebagai manusia secara keseluruhan. Dengan kata lain, keamanan secara keseluruhan dapat dikatakan sebagai “keamanan terintegrasi”, yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.

Dalam konstitusi negara manapun di dunia, rasa dan kondisi aman merupakan hak setiap individu. Ini menjadi bagian dari hak bersama untuk mendapatkan rasa dan kondisi aman. Hal ini juga merupakan prasyarat bagi tata kelola pemerintahan dan hubungan sosial yang diatur oleh undang-undang.

Untuk mencapai rasa dan kondisi aman tersebut, masyarakat melakukan berbagai pendekatan dan upaya sesuai dengan jamannya. Ini sangat bergantung pada persepsi tentang konsep keamanan itu sendiri. Pada masa lalu, keamanan hanya terbatas pada rasa dan kondisi aman dari kejahatan dan ancaman perang. Reaksi atas persepsi ini adalah dengan membangun kekuatan keamanan seperti polisi dan tentara untuk menjalankan tugas tersebut.

Namun, seiring dengan perkembangan dunia dan kebutuhan baru manusia, muncul ancaman-ancaman baru terhadap keamanan bersama. Misalnya, keamanan dalam transportasi karena peningkatan moda transportasi untuk mobilitas manusia. Kesehatan yang terancam oleh wabah penyakit. Tuntutan perbaikan kualitas hidup dalam berbagai aspek kehidupan, menjadikan keamanan bukan hanya isu yang dijalankan oleh polisi dan tentara, tetapi juga oleh institusi lain sesuai dengan tanggung jawab dan kompetensinya.

Dalam era modern ini, isu keamanan semakin berkembang seiring dengan perkembangan isu global seperti demokrasi, perubahan iklim, globalisasi, dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Semua ini memberikan dampak pada munculnya ancaman keamanan kontemporer yang lebih kompleks.

Dalam konteks demokrasi, keamanan individu dalam hal ide dan gagasan tentang bagaimana hidup dalam masyarakat multikultural menghadapi situasi konflik. Kontradiksi antar individu berpotensi menyebabkan konflik fisik, meskipun kebebasan dijamin dalam konstitusi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan paradox dalam penggunaannya. Teknologi ini memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga memberikan ancaman keamanan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Selain itu, perubahan iklim dan lingkungan hidup yang terjadi di seluruh dunia semakin memperumit masalah keamanan.

Tantangan keamanan hari ini menghadirkan paradigma baru dalam memahami keamanan, tidak hanya melihat dari sisi kejahatan dan perang. Tugas penegak hukum adalah membangun kesadaran bersama dalam mengelola kehidupan berdasarkan cita-cita bersama. Diperlukan konsensus dalam menegakkan aturan kehidupan, baik dalam bentuk norma maupun perundangan, bagi masyarakat yang taat hukum.

Pelanggaran terhadap norma yang dilakukan oleh seseorang akan menjadi ancaman bagi orang lain. Kepatuhan semua individu terhadap hukum menjadi syarat dasar dalam mencapai keamanan. Tanpa kepatuhan terhadap hukum, kehidupan bersama akan kacau.

Jakarta, Oktober 2023

RELATED ARTICLES

Berita populer