Saturday, July 20, 2024
HomeBeritaFraksi PKS DPR RI: Santri, Calon Ulama, dan Pemimpin Bangsa Masa Depan

Fraksi PKS DPR RI: Santri, Calon Ulama, dan Pemimpin Bangsa Masa Depan

KABAR DPR – Hari Santri yang dirayakan setiap tanggal 22 Oktober memiliki makna yang kuat bagi kebangsaan Indonesia. Makna tersebut dijelaskan oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini sejalan dengan momentum Hari Santri 22 Oktober 2023.

Menurut Jazuli, pemilihan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional bertepatan dengan peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa yaitu Seruan “Resolusi Jihad” yang disampaikan oleh Hadrotus Syaikh Hasyim Asyari untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah air.

“Resolusi Jihad merupakan gerakan bagi para ulama dan santri di pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang memerintahkan setiap muslim untuk membela Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah. Ini juga merupakan manifestasi semangat cinta Tanah Air yang tumbuh dari iman,” ungkap Jazuli.

Sedangkan makna kebangsaan yang ingin disampaikan dari momentum Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober adalah: Pertama, mengakui santri sebagai elemen penting bangsa Indonesia dalam memperjuangkan, menjaga, dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Kedua, mengakui santri dan sistem pendidikan yang ada (pesantren) sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional. Bahkan, pendidikan pesantren dapat dianggap sebagai soko guru pendidikan nasional seperti yang diakui oleh Ki Hajar Dewantara. Ketiga, bangsa ini mengakui santri sebagai sumber kaderisasi pemimpin bangsa di semua tingkatan. Pemimpin yang menjaga semangat nasionalisme relijius yang terkandung dalam Pancasila dan konstitusi negara.

“Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI berusaha menjadi yang terdepan dalam memberikan makna Hari Santri Nasional setiap tahun. Fraksi PKS menghadirkan kebijakan-kebijakan parlemen yang mendukung umat Islam, kemajuan santri dan pesantren melalui legislasi, anggaran, dan pengawasan, termasuk melalui UU Pesantren,” kata Jazuli.

Tak kalah pentingnya, Fraksi PKS setiap tahun mengadakan Program Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) di Parlemen, yang tahun ini menjadi tahun ke-7. Sejak Indonesia merdeka, baru kali ini Kitab Kuning masuk Parlemen atas upaya Fraksi PKS.

“Insya Allah peluncuran LBKK ke-7 akan dilaksanakan pada Selasa, 24 Oktober 2023 dengan Seminar Nasional berjudul “Kepemimpinan Santri Mengokohkan Semangat Nasionalisme Relijius”,” jelas Jazuli.

LBKK menurut Wakil Presiden Forum Parlemen Muslim Dunia ini memiliki semangat yang sama setiap tahunnya, yaitu untuk menghormati dan memuliakan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah serta khasanah keilmuan Islam yang menjadi rujukan utama para santri dan pesantren di Indonesia.

Lebih dari sekadar penghormatan, melalui LBKK ini Fraksi PKS berharap agar para santri memiliki wawasan keilmuan yang luas sehingga pada waktunya mereka dapat menjadi pemimpin bangsa yang memiliki pengetahuan agama, pengetahuan dalam masyarakat, serta pengetahuan dalam mengelola bangsa dan negara.

“Fraksi PKS percaya bahwa dengan generasi bangsa yang mendapatkan pendidikan pesantren yang baik, yang tekun dalam mempelajari agama dengan panduan keilmuan yang jelas dari kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, Indonesia tidak akan pernah kekurangan pemimpin yang membawa bangsa ini menjadi baladatun thayyibatun wa Robbun Ghafur. SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 22 Oktober 2023,” tutup Jazuli.

RELATED ARTICLES

Berita populer