Thursday, July 18, 2024
HomePolitikApa Kepanjangan Dari Singkatan MD Di Belakang Nama Mahfud MD?

Apa Kepanjangan Dari Singkatan MD Di Belakang Nama Mahfud MD?

, Jakarta – Nama Mahfud MD tengah jadi sorotan setelahmenyatakan diri sebagaibakal calon wakil presiden (bawapres) pendamping Ganjar Pranowo hari ini, Rabu (18/10/2023). Ada berbagai aspek yang dibahas dari pria yang sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut, termasuk singkatan nama belakangnya.

Penulisan ini seolah-olah mengindikasikan dua kata di belakang namanya, namun kenyataannya tidak demikian. MD sebenarnyakependekan dari Mahmodin, dengan nama lengkapnya Mohammad Mahfud Mahmodin.

Merujuk video saat Mahfud diwawancara Deddy Corbuzier di program Hitam Putih pada tahun 2018 lalu, ia bercerita, “Dulu ada yang mengira saya dokter, dikira (MD singkatan dari) Medical Doctor. Ada (juga) yang menyebut Minister of Pertahanan, Menteri Pertahanan.”

“Saya lahir di Madura,” ia menyambung. “Di Madura itu nama-nama tertentu disukai orang karena dianggap baik. Mahfud itu salah satu nama yang disukai banyak orang.”Saat duduk dibangku SMP, rupanya ada tiga orang bernama Mahfud , termasuk dirinya.

“Kalau diabsen ‘Mahfud,’ ngacung semua tiga orang. Akhirnya guru saya, namanya Pak Asbun Nawawi, kamu Mahfud A, Mahfud B, Mahfud C. Saya kena Mahfud B,” ujar dia. Lambat laun, guru tersebut malahmenyebut ketiga Mahfud tersebut dengan nama ayah masing-masing.

“Akhirnya guru saya nanya, bapaknya (namanya) siapa? Mahmudin (nama) ayah saya,” ungkap dia. Namun, Mahfud merasa masih janggal. “Saya waktu itu, (berusia) 12 tahun, merasa nama Mahmudin kok ya kampungan ya? Coba disingkat MD, ‘Pak Guru, tolong dong tolong disingkat MD, ‘” ucapnya.

Sejak itu, inisial MD menempel di belakang nama Mahfud.”Nama di kelas ini lama-lama tertulis di ijazah, kebetulan ikut tertulis. Waktu itu ijazah dari Pamekasan dikirim ke Surabaya, dan dikirim lagi ke Pamekasan. Makanya enggak bisa diubah lagi,” kata dia, menambahkan bahwa namanya akhirnya “membawa hoki.”

Di deklarasi peresmian sebagai bacawapres, Mahfud tampil berbalut kemeja hijau berlengan panjang berhias motif batik khas Kalimantan yang sepintas mirip motif kembang kelakai.

Atasan tersebut dipadukannya dengan peci hitam, celana panjang, dan sepatu warna senada. Ia berdiri berdampingan dengan Ganjar Pranowo yang kala itu tampil serba hitam, mulai dari kemeja lengan panjang, ikat pinggang, celana panjang, hingga sepatu. Keduanya saling berpegangan dan kompak mengangkat tangan.

Deklarasi Mahfud sebagai cawapres Ganjar disampaikan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di DPP PDIP, Rabu (18/10/2023). “Saya dengan mantap mengambil keputusan untuk bangsa dan negara dengan mengucapkan bismillah, maka cawapres yang dipilih oleh PDIP yang akan mendampingi Ganjar Pranowo adalah Mahfud MD,” kata Megawati.

Melansir laporan kanal Pemilu Liputan6.com, Megawati mengumumkan bacawapres bersama Plt Ketua Umum PPP M. Mardiono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang,dan bakal CapresGanjar Pranowodi Kantor DPP PDIP.

Mahfud dianggap memiliki pengalaman yang lengkap dan merupakan politikus trias politika alias pernah menduduki jabatan di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. “Kata Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy.

Selain itu, Rommy juga menyebutkan bahwa Mahfud adalah sosok yang religius dan sudah malang melintang di dunia politik. “Kami meyakini tokoh yang akan mendampingi mas Ganjar adalah tokoh religius yang integritasnya sebagai pejabat publik sudah terentang lintas dekade,” simpulnya.

Bakal capresGanjar dan bakal cawapres Mahfud akan mendaftarkan diri sebagai paslon capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 19Oktober 2023.

Dalam catatan profilnya, Mahfud MD menjabat sebagai Menko Polhukam sejak 23 Oktober 2019. Ia merupakan tokoh sipil pertama yang mengemban jabatan tersebut dan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada masa jabatannya sebagai Menko Polhukam, Mahfud ditugaskan Jokowi untuk menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri (ad interim) ketika menteri definitif, Tito Karnavian, melakukan diplomasi ke Singapura pada tahun 2020. Ia jugadidapuk jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (ad interim) sewaktu menteri definitif, Tjahjo Kumolo, sakitsampaimeninggal dunia.

Ia kembali mengemban jabatan yang sama pada 16 Juli 2022 sebagai pelaksana tugas menteri. Sebelumnya, Mahfud pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013 dan Hakim Konstitusi pada periode 2008–2013. Ia merupakan anggota DPR dan Menteri Pertahanan (Menhan) pada Kabinet Persatuan Nasional.

Selain itu, ia masih aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia (UII), UGM, UNS, UI, Unsoed, dan lebih dari 10 Universitas lain pada program Pasca Sarjana S2 dan S3. Mata kuliah yang diajarkan adalah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, Negara Hukum dan Demokrasi, serta pembimbing penulisan tesis dan desertasi.

RELATED ARTICLES

Berita populer